Home Dunia Beri Potongan Masa Tahanan Napi Kutu Buku Cara Brasil Tingkatkan Kecerdasan Napi

Beri Potongan Masa Tahanan Napi Kutu Buku Cara Brasil Tingkatkan Kecerdasan Napi

26
0

Berita12.com – Membaca merupakan salah satu hobi dan kegiatan yang sangat bagus dan bahkan dengan membaca ada istilah yang menyebutkan bahwa buku adalah jendela dunia. Di mana dengan membaca kita bisa melihat dunia semua kegiatan serta kejadian yang terjadi di dunia saat ini.
Berkaitan dengan hal tersebut ada hal unik yang dilakukan oleh negara Brazil. Di mana brazil akan memberikan kemudahan untuk bebas lebih cepat kepada para narapidana asalkan mereka mampu dan mau membaca saat mereka di dalam tahanan.
Dalam hal ini Pemerintah berhasil menyiapkan buku-buku yang bertema tentang sastra filsafat sains dan juga buku klasik dan akan memberikan percepatan hubungan spesial kepada tahanan yang akan sanggup membaca dan menyelesaikan pemahaman terhadap buku-buku yang disediakan oleh perintah Brazil.
Yang dilakukan oleh pemerintahan Brazil adalah berikan potongan tahanan 4 hari kepada nabi yang sudah menyelesaikan satu buku dalam satu tahun para nabi Ini disediakan sekitar 12 buku untuk mereka bekerja jadi akan mendapat pengurangan sekitar 48 hari atau hampir 2 bulan.
Namun potongan hukuman ini tidak begitu saja diberikan, namun para nara pidana diharuskan membuat rangkuman mengenai isi dari buku yang mereka baca. Dan rangkuman tersebut haruslah rapi, terdiri dari urutan paragraf yang baik serta kalimat yang bisa dipahami.
Dengan program ini Tentunya ada banyak narapidana yang mau tidak mau mereka akan belajar menulis dan juga membaca serta merangkum buku yang disediakan oleh pemerintahan Brazil.
Pemerintah Brazil melakukan hal tersebut konon bertujuan positif, dimana pemerintahan Brazil menginginkan para napi yang keluar dari penjara bisa lebih kreatif pemikiran yang dan juga dapat berpikir bahwa melakukan tindakan kriminal adalah hal yang tidak sesuai dengan aturan negara.
Ide dari pemerintahan Brazil ini tentunya sangat menarik data akan menekan jumlah narapidana yang kembali lagi ke rumah tahanan usai mereka keluar dari penjara. Dan juga menghapuskan image bahwa dipenjara merupakan tempat belajar untuk lebih menjadi kriminal yang profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here